Rabu, 22 Juni 2011



Kamis, 23 Juni 2011 | 09:20 WIB
KOMPAS.com
Kamis, 23 Juni 2011 | 09:20 WIB
Mulai 1 Agustus 2011
Penempatan TKI ke Arab Distop
Erlangga Djumena | Kamis, 23 Juni 2011 | 07:52 WIB
|
Share:
KOMPAS/RIZA FATHONI Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Atas rekomendasi DPR dan desakan masyarakat, pemerintah akhirnya memutuskan menghentikan sementara penempatan tenaga kerja Indonesia pekerja rumah tangga ke Arab Saudi mulai 1 Agustus 2011.
Jeda penempatan akan dicabut apabila pemerintah kedua negara menandatangani nota kesepahaman perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI), khususnya pekerja rumah tangga di Arab Saudi.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengumumkan keputusan ini di Jakarta, Rabu (22/6/2011). Muhaimin didampingi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemennakertrans Reyna Usman, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, serta Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri  Tatang B Razak.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan rekomendasi Rapat Paripurna DPR dan desakan publik yang menguat pascaeksekusi mati Ruyati binti Satubi. Eksekusi pada hari Sabtu di Riyadh, Arab Saudi, itu tanpa pemberitahuan kepada Kedutaan Besar RI dan keluarga.
Sedikitnya 1,5 juta TKI bekerja di Arab Saudi dan mengirim devisa sedikitnya 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 21,4 triliun) pada 2010. Arab Saudi merupakan negara tujuan kedua terbesar setelah Malaysia. Total ada 6 juta TKI di luar negeri dan pada 2010 mereka mengirim devisa 7,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 64,6 triliun). (ETA/HAM/ATO/WIN/NDY/IAM)
Lebih Lengkap Baca KOMPAS
 
Sumber :
Kompas Cetak

Senin, 30 Mei 2011

humor

Itu Adalah Pertanyaan Yang Sangat Sederhana

Seorang filsuf terkenal sangat disegani oleh sopirnya yang selalu ikut mendengarkan setiap ceramah bosnya tentang moralitas dan etika.

Kemudian suatu hari si sopir mendekati sang filsuf dan bertanya apakah ia bersedia untuk bertukar peran pada kuliah berikutnya, sang filsuf menjadi sopir, dan sang sopir yang akan menjadi dosen dan mengisi kuliah. Sang filsuf setuju.

Materi kuliah dibawakan dengan sangat baik oleh si sopir. Ketika tiba saatnya pertanyaan dari para peserta, seorang wanita di belakang bertanya, “Apakah pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia eksistensialis?”

“Itu adalah pertanyaan yang sangat sederhana,” jawab sang sopir (yang sedang menyamar menjadi dosen), “Terlalu sederhana, bahkan sopir saya bisa menjawab pertanyaan itu, dan itulah yang akan ia lakukan.”

Selalu Ada Rencana Indah Untukmu

Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya